Senyuman Bidadari Dunia

Published January 24, 2014 by Liza Nurrohmah

 

 

 

Senyum itu ShodaqImageoh

 

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيْكَ صَدَقَةٌ
“Senyummu dihadapan saudaramu adalah shodaqoh.”
(HR. Tirmidzi)
Rasulullah sangat mencintai sikap umatnya yang mudah menebar senyum. Senyum dapat mengindikasikan rasa hormat kepada yang lebih tua, rasa cinta dan sayang kepada yang lebih muda. dan kehangatan kepada orang-orang terdekat kita. Tebarkanlah senyuman ketika kita mengharapkan keharmonisan dalam rumah tangga, berikan senyuman ketika mengharap kehangatan dengan keluarga, dengan para sahabatnya.
Senyum adalah hal sepele namun sangat memberikan arti. Mudah dilakukan ketika kita merasa senang kepada orang yang kita ajak senyum, namun sebaliknya akan sulit ketika kita tidak suka dengan orang yang kita ajak tersenyum. Namun, sebagai muslimah yang baik maka tebarkanlah senyum walaupun kepada musuh kita sekalipun. Jelas dalam hadits tersebut bahwa shodaqoh yang tidak mengeluarkan biaya dan paling ringan adalah senyum, maka tebarkanlah senyuman dengan cuma-cuma.
Namun, akan berbeda hakikat senyum dengan tertawa. Senyum itu tanpa harus membuka  mulut namun lebih halus sedangkan tertawa memerlukan tenaga yang lebih serta perlu membuka sebagian mulut. Muslimah yang baik adalah yang  bisa mengendalikan diri saat tertawa. Muslimah yang baik selalu tertawa dengan sopan tanpa harus memperlihatkan giginya. Muslimah yang baik adalah yang dapat tertawa tepat pada waktunya dan tepat pada tempatnya. Tidak tertawa berlebihan ketika bersama orang yang bukan mahramnya. Islam sesempurna itu memberikan arahan kepada kehidupan. Tertawa yang berlebihan ternyata akan berbahaya bagi tubuh manusia lho……. Di bawah ini ini hadits tentang bahaya tertawa yang berlebihan:
 

لَا تُكْثِرُوا الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

Janganlah kalian banyak tertawa, karena sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati. (HR. Ibnu Majah 4193. Dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam as-Shohihah 506)

Muslimah sholikhah, hadits ini menerangkan bahwa muslimah yang baik adalah yang bisa menempatkan dirinya ketika tertawa. Tersenyum atau memberi senyuman itu memang shodaqoh namun kalau berlebihan justru akan memberikan hal yang tidak baik (kemadharatan). Berhati-hatilah dalam bertindak maka carilah maslahah sebanyak-banyaknya, kumpulkanlah untuk meraih falah…..kebahagiaan yang haqiqi adalah kebahagiaan di akhirat.

keep smile……!!!!!!!!!! I love Islam

(Ditulis Liza Nurrohmah, Mahasiswa Manajemen, Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Magelang, 24 Januari 2014)

Pengumuman Lomba Writing Competition,.,.,.Alhamdulillah Walau hanya Runner-Up,.,.

Published August 29, 2013 by Liza Nurrohmah

WRITING COMPETITION

PUSAT BAHASA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG

               

 

 

 

 

Yth. Peserta Lomba Menulis Essay

 

Assalamu’alaikum wr. wb.

 

Dengan hormat,

 

Kami  telah menerima hasil karya Anda yg telah Anda kirimkan melalu email kami. Untuk itu kami mengucapkan terimakasih atas partisipasi Anda dalam lomba menulis essay yang kami selenggarakan ini.

 

Para Juri telah membaca hasil tulisan Anda dan peserta-peserta lainnya, dan memutuskan pemenang lomba ini adalah sebagai berikut:

 

1. Juara 1 dengan hadiah berupa uang senilai  Rp 400.000,00 + sertifikat : Dina Zunianingsih (FE)
2. Juara 2 dengan hadiah berupa uang senilai Rp 300.000,00 + sertifikat  : Liza Nurrohmah (FE)
3. Juara 3 dengan hadiah berupa uang senilai Rp 200.000,00 + sertifikat  : Oman Faiyun (FT)

 

Semua peserta yang telah mengirimkan hasil karyanya akan mendapatkan sertifikat.

 

Semoga kegiatan ini memberi manfaat kepada kita semua. Teruslah berkarya. Kami tunggu tulisan Anda di lomba penulisan selanjutnya.

 

Wassalamu’alaikum wr. wb.

 

 

Magelang, 25 Agustus 2013

Koordinator Lomba

Dwi Prihati, SpdI.

 

 

Essay Bahasa Inggris (Writing Competition)

Published August 29, 2013 by Liza Nurrohmah

Social Media and Its Impact on Indonesian Youths

Liza Nurrohmah

Department of Management, Faculty of Economics

Muhammadiyah University of Magelang

bintangfararyani@rocketmail.com

 

Background

            In the era of globalization, many developments around the world are always followed by all countries, both developing and developed countries. Our beloved country, Indonesia, also does not want to miss the development on the world globalization, especially the issues of technology.

Technological developments in the world, especially related to social media, causing many people, especially young men or young girls, try to follow its developments. The most well-known and favored social medias for teenagers today are Facebook, Twitter, Whatsapp, etc. Teenagers now only uses social media account just for having fun, and wasting time.

Most of Indonesian teenagers addicted on social media, especially Facebook and Twitter. In their mind, without Facebook or Twitter like one day without meals. Actually, if we can take advantage of social media, a lot of benefits that we get from there, such as a marketing media, trade, making connections, etc. Furthermore, if we look at social medias deeper, either directly or indirectly, they also have some disadvantages such as addiction. However,  a lot of Indonesian teenagers have not been able to take advantage of technological advances as well as possible, they just use it as an entertainment.

 

Discussion

Social media also has a positive and negative impact for human life, such as:

  1. 1.      Social media addiction

Addicted to social networking sites, such as Facebook or Twitter can also be dangerous for health because it can cause people becoming self isolation. This self isolation can change gene works, immune response, hormone levels, arterial function, and impair mental performance.

  1. 2.      Wasting time vainly.

They often forget that a lot of their time wasted vainly because they do not have something usefully on the internet, such as chatting on Facebook with strangers, browsing something to open the sites that are not important. They even often forget prayer time, school time and an important time that should take more important activities. Even many of them skip their school just to open the internet. Indeed it will be able to damage their future.

  1. 3.      Cyber crimes

In the development of technology can also cause the development of  a kind of crimes. In the internet world, a crime is known as cyber crime. Cyber crime is extremely diverse such as carding, hacking, cracking, phishing, and spam.

  1. 4.      Disturbing thought.

Various things presented in social media offer more than just an entertainment, chatting with friends, and having some permissible things. So unwitting teenagers in Indonesia have spent a lot of time on the internet just for simply browsing. Electronic media, such as computer, laptop, or mobile phone (especially cell phone) are also able to destroy ability of children and teenagers to learn social skills, so that a person will experience  decreasing in their interactions with others. They can not be invited to discuss about some important things because their minds are filled with the beauty and wrong virtual world.

 

Completion

By the negative impact of technological developments, in particular social media, it is needed a collaboration between parents as the first teacher for the children, the teachers in their school, community, religious leaders and government officials to reduce the impact. The things that can be taken part to overcome the negative impacts:

  1. 1.      Parent
    1. Parents must control their children when they open the internet alone, play games or open a website.
    2. Parents must explain a knowledge to the children about the negative impact of social media, so that the children know the negative effects and they can use it more wisely.
    3. If possible, it would be better if parents provided the modem or the internet access at home so that parents can monitor them.
    4. Parents build a strong religious foundation to the children so that the children can distinguish between good and bad, between right and wrong things.
    5. Parents try not to provide cell phones which can access the internet.

 

 

  1. 2.      Teacher
    1. Teachers are also needed to monitor their students in uploading pictures, videos or any other thing in social media such as Facebook and in browsing on the internet.
    2.  ICT which are taught must be appropriate with the rules and the students can understand how to use social media properly.
    3. Teachers provide insight and an overview how to use social media properly, the benefits and disadvantages in the use of social media.
    4. Teachers provide knowledge about the positive and negative impacts that will be experienced if the teenagers are too often using social media.
  2. 3.      Community
    1. Check the internet cafe in our environment so that no rogue internet cafe in the  environment around us.
    2. Cooperate with government officials or community leaders to disseminate to the public in order to prevent the misuse of social media.
    3. Monitoring in our environment associated with the use of social media
  3. 4.      Official governments
    1. Official governments must make strict rules and severe penalties for them who commit irregularities or perpetrators of crime in cyberspace.
    2. Official governments block all websites which are not beneficial and detrimental to all elements of society.
    3. Official governments take firm action against them who violate the rules in the use of social media.
    4. Official governments make clear rules about social media user, so a site for adults can not be accessed by a young person who is not yet an adult, for example giving a password so just adults who can access it.

 (bimbingan Bapak Wawan Sadtyo Nugroho, SE, M.Si.Ak)Universitas Muhammadiyah Magelang

 

Upaya Meningkatkan Kinerja Melalui Diklat

Published June 20, 2013 by Liza Nurrohmah

Upaya Meningkatkan Kinerja melalui Pendidikan dan Pelatihan

I

Pendahuluan

  1. A.      Latar Belakang

Bila mana seseorang akan mengerjakan seseuatu tugas atau pekerjaan yang asing baginya, terasalah perlunya terlebih dahulu mempelajari cara bagaimana mengerjakan. Hampir tidak ada seseorang yang mampu melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan dengan baik, bilamana tidak dipelajarinya terlebih dahulu. Bahkan sungguhpun pekerjaan itu nampaknya mudah, misalnya mengetik surat, selalu orang yang belum mempunyai pengalaman, mengalami kesukaran dalam melaksanakannya.(Manulang)

Dalam sesuatu perusahaan di mana ditempatkan pegawai baru untuk sesuatu jabatan tertentu, atau di mana pegawai lama ditugaskan memangku jabatan baru, bila diharapkan pegawai tersebut sukses mengerjakan tugas-tugasnya, pelulah pegawai tersebut dididik atau dilatih terlebih dahulu.

Memang seseorang pegawai yang ditugaskan untuk menjabat sesuatu jabatan tertentu, sudah mempunyai pendidikan namun belum cukup agar ia mampu untuk mengerjakannya dengan baik, masih diperlukan pendidikan atau latihan khusus.

Pemberi latihan atau pendidikan kepada pegawai dalam sesuatu perusahaan merupakan tanggung jawab setiap manajer lini. Memang, sebelum timbulnya Scientific Management, sebagian dari pemimpin perusahaan melihat adanya kenyataan perlunya pendidikan bagi para petugas perusahaan, namun mereka belum menganggap hal itu merupakan tanggung jawab mereka. Seharusnyalah setiap manajer mengambil peranan dalam proses latihan atau pendidikan.

Kontribusinya bukan bermula atau berakhir pada suatu titik, akan tetapi hal itu merupakan peranan yang kontinue. Memang seorang manajer dapat mempergunakan bantuan satu atau lebih ahli untuk latihan dan pendidikan, namun dialah yang mempertanggungjawabkan tugas-tugas tersebut. Para manajer tetap mengambil keputusan,  para ahli hanya memberi layanan dan bantuan untuk latihan atau pendidikan yang bersangkutan.

Latihan dan pendidikan sesungguhnya tidak sama, walaupun banyak persamaannya. Keduanya berhubungan dengan pemberi bantuan kepada pegawai, agar pegawai tersebut dapat berkembang ke tingkat yang lebih tinggi. Pendidikan sifatnya lebih teoritis daripada praktis, latihan lebih bersifat penerapan segera daripada pengetahuan dan keahlian, jadi lebih praktis.

Kita yakini bahwa belum ada satu perusahaanpun yang dapat mengoperasikan faktor produksi tanpa memanfaatkan tenaga kerja. Makin besar perusahaan dari segi kuantitas dan kualitas, makin besar jumlah kebutuhan akan tenaga kerja. Meskipun telah ditemukan teknologi baru berupa mesin-mesin otomatis dan komputerisasi berupa perangkat keras maupun perangkat lunak, tetapi bagi sebagian besar perusahaan belum dapat melaksanakan kegiatannya tanpa adanya tenaga kerja. Justru dengan semakin modernya peralatan produksi (mesin-mesin), kebutuhan tenaga kerja yang profesional juga makin meningkat. Semakin besar perusahaan, makin besar manajemen tenaga kerja berperan karena makin besar kuantitas tenaga kerjanya sehingga membutuhkan manajemen yang berkualitas, kebijakan yang mantap dan administrasi ketenagakerjaan yang lebih teratur.

Pendidikan dan pelatihan yang harus diselenggarakan, selain dimaksudkan untuk mengurangi problema yang dihadapi karyawan baru, juga untuk memperoleh  nilai tambah tenaga kerja yang bersangkutan, terutama yang berhubungan dengan meningkatnya dan berkembangnya pengetahuan, sikap dan keterampilan tenaga kerja yang bersangkutan. Masalah yang dihadapi karyawan baru, diantaranya adalah sebagai berikut:(Henry Simamora)

  1. 1.         Masalah dalam memasuki sebuah kelompok. Karyawan baru bertanya-tanya apakah dia akan (1) diterima oleh anggota kelompok lainnya,(2) disukai,(3) aman yaitu bebas dari gangguan fisik dan psikologis. Masalah ini haruslah dipecahkan sebelum dia merasa nyaman dan produktif di lingkungan baru.
  2. 2.         Harapan yang Naif. Organisasi lebih mudah menyampaikan informasi faktual mengenai gaji dan tunjangan, liburan dan kebijakan perusahaan daripada norma karyawan atau (peraturan/pedoman perilah perilaku yang dapat diterima), sikap perusahaan atau “apa yang harus benar-benar dilakukan supaya maju di dalam perusahaan.” Kalangan karyawan harus diberitahukan mengenai hal-hal yang terwujud tadi.
  3. 3.         Lingkungan kerja yang pertama kalinya. Apakah lingkungan baru membantu atau menghambat karyawan baru untuk mencoba menanjak ke atas? Dapatkah kolega-kolega kerja diharapkan mensosialisasikan karyawan baru terhadap standar pekerjaan yang dikehendaki? Bagaimana dan mengapa penugasan pekerjaan pertama dipilih? Apakah jelas bagi karyawan baru apa yang dapat diharapkannya agar keluar dari hal-hal tersebut?

Maka diharapkan dari adanya pendidikan dan pelatihan kerja itu akan meminimalisir permasalahan-permasalahan tersebut dan memberikan kinerja yang memuaskan bagi karyawan untuk mendukung kegiatan perusahaan.

 

 

II

ISI

  1. A.    Pengertian Pendidikan dan Pelatihan

Pendidikan dan pelatihan merupakan salah satu kunci manajemen tenaga kerja, sekaligus merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab yang tidak dapat dilaksanakan secara sembarangan.

Pendidikan dan pelatihan merupakan dua hal yang hampir sama maksud dan pelaksanaannya, namun ruang lingkupnya yang membedakan karakteristik kedua kegiatan tersebut.

Pendidikan merupakan tugas untuk meningkatkan pengetahuan, pengertian atau sikap para tenaga kerja sehingga mereka dapat lebih menyesuaikan dengan lingkungan kerja mereka.

Pendidikan berhubungan dengan menambah pengetahuan umum dan pengertian tentang seluruh lingkungan kerja. Pendidikan berhubungan dengan menjawab how (bagaimana) dan why (mengapa)dan biasanya pendidikan lebih banyak berhubungan dengan teori tentang pekerjaan. Pendidikan merupakan suatu usaha untuk mengembangkan kemampuan berpikir dari seorang tenaga kerja.

Sedangkan pelatihan, merupakan pendidikan dalam arti yang agak sempit, terutama dengan instruksi, tugas khusus dan disiplin. Pelatihan merupakan suatu proses aplikasi, terutama terhadap peningkatan kecakapan. Karena itu, perlu dipelajari bagaimana caranya melaksanakan tugas dan pekerjaan tertentu.

Pelatihan merupakan proses membantu para tenaga kerja untuk memperoleh efektivitas dalam pekerjaan mereka yang sekarang atau yang akan datang melalui pengembangan kebiasaan tentang pikiran, tindakan, kecakapan,pengetahuan dan sikap yang layak.

 Dalam ilmu pengetahuan tentang perilaku, pelatihan merupakan kegiatan lini dan staf yang tujuannya mengembangkan kepemimpinan untuk memperoleh efektivitas pekerjaan individual tenaga kerja yang lebih besar, hubungan antar individu tenaga kerja dalam perusahaan menjadi lebih baik dan penyesuaian manajer yang ditingkatkan kepada suasana lingkungan secara keseluruhan.

Secara konseptual pendidikan adalah segala sesuatu untuk membina kepribadian dan mengembangkan kemampuan manusia, jasmaniah dan rohaniah yang berlangsung seumur hidup, baik di dalam maupun di luar sekolah untuk pembangunan persatuan dan masyarakat adil dan makmur dan selalu ada dalam keseimbangan. Sedangkan pelatihan adalah bagian pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan di luar sistem pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat dan dengan metode yang lebih mengutamakan praktek daripada teori.

  1. B.     Jenis Pendidikan dan Pelatihan

Jenis pendidikan dan pelatihan yang disesuaikan dengan perusahaan khusus bergantung kepada beberapa faktor, seperti kecakapan yang diperlukan dalam jabatan/pekerjaan yang harus diisi dan masalah yang diharapkan dapat diperoleh jalan pemecahannya pada perusahaan.

  1. Menurut sifatnya, pendidikan dan pelatihan dapat dibedakan menjadi:
    1. Pendidikan Umum

Yaitu pendidikan yang dilaksanakan di dalam dan di luar sekolah, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta, dengan tujuan mempersiapkan dan mengusahakan para peserta pendidikan memperoleh pengetahuan umum.

  1. Pendidikan Kejuruan

Yaitu pendidikan umum yang direncanakan untuk mempersiapkan para peserta pendidikan maupun melaksanakan pekerjaan sesuai dengan bidang kejuruannya.

  1. Pelatihan Keahlian

Yaitu bagian dari pendidikan yang memberikan pengetahuan dan keterampilan yang disyaratkan untuk melaksanakan suatu pekerjaan termasuk di dalamnya pelatihan dan ketatalaksanaan.

  1. Pelatihan Kejuruan

Yaitu bagian dari pendidikan yang memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diisyaratkan untuk melaksanakan suatu pekerjaan yang pada umumnya bertaraf lebih rendah daripada pelatihan keahlian.

  1. Menurut sasarannya, pendidikan dan pelatihan dibedakan menjadi:
    1. Pelatihan Prajabatan (preservivice training)

     Merupakan pelatihan yang diberikan kepada tenaga kerja baru dengan tujuan agar tenagaa kerja yang bersangkutan dapat terampil melaksanakan tugas dan pekerjaan yang akan dipercayakan kepadanya.

Pelatihan ini dibedakan menjadi 2, yaitu:

1)      Pelatihan prajabatan yang bersifat umum

            Yaitu pelatihan prajabatan yang harus diikuti tenaga kerja baru mengenai hal-hal umum yang menyangkut seluruh lingkungan pekerjaan, termasuk segala peraturan dan kebijakan yang berlaku dalam perusahaan, sifatnya tertulis maupun tidak tertulis.

Pelaksanaan pelatihan prajabatan yang bersifat umum dapat dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu:

a)      Pelatihan prajabatan tingkat I, yaitu prajabatan yang diperuntukkan bagi para tenaga kerja biasa yang tidak akan diserahi jabatan tertentu dalam perusahaan tempat mereka bekerja. Misalnya para operator, pekerja lapangan dan sebagainya.

b)      Pelatihan prajabatan tingkat II, yaitu pelatihan prajabatan yang diperuntukkan bagi para tenaga kerja yang menduduki/ diserahi suatu jabatan tertentu pada tingkatan lower manajer. Misalnya para kepala shift, supervisor, kepala seksi, mandor, kepala mandor dan sebagainya.

c)      Pelatihan prajabatan tingkat III, yaitu pelatihan prajabatan yang diperuntukkan bagi para tenaga kerja yang akan menduduki/diserahi suatu jabatan tertentu pada tingkat middle manajer atau manajer tingkat menengah dan anggota board of director (dewan direksi) serta presiden perusahaan. Misalnya kepala bagian, kepala divisi, para manajer bidang dan sebagainya.

2)      Pelatihan Prajabatan yang Bersifat Khusus

Yaitu pelatihan prajabatan yang dilaksanakan para tenaga kerja tertentu untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan memerlukan pengetahuan dan keterampilan secara khusus. Jadi, pelatihan prajabatan bersifat khusus ruang lingkupnya terbatas pada kegiatan yang bersifat teknis dan terbatas pada satu lingkungan pekerjaan saja.

  1. b.      Pelatihan dalam Jabatan (In Service Training)

     Adalah suatu pelatihan tenaga kerja yang dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kualitas, keahlian, kemampuan dan keterampilan para tenaga kerja yang bekerja dalam perusahaan.

Pelatihan dalam jabatan dibedakan menjadi 2,  yaitu:

1)    Pelatihan dalam jabatan yang bersifat umum

Yaitu pelatihan dalam jabatan yang diselenggarakan untuk para tenaga kerja, baik tingkat manajer puncak, manajer menengah dan manajer bawah, maupun para pekerja lapangan.

Biasanya pelatihan dalam jabatan yang bersifat umum diberikan kepada para tenaga kerja yang baru dipromosikan dari jabatan ke jenjang yang lebih tinggi. Namun dalam banyak hal, sering juga diberikan kepada para tenaga kerja yang baru dimutasikan pada jabatan lain yang setaraf dengan jabatan sebelumnya.

2)    Pelatihan dalam jabatan yang bersifat khusus

Yaitu pelatihan dalam jabatan yang diselenggarakan untuk para tenaga kerja yang ada dalam perusahaan akibat adanya inovasi baru atas segala sarana dan prasarana yang digunakan perusahaan dengan tujuan agar tenaga kerja yang bersangkutan mampu mempergunakan dan mengoperasikan sarana dan prasarana tersebut.

  1. Menurut GR Terry, mengemukakan pelatihan dapat digolongkan dalam banyak cara:
    1. Pelatihan untuk pekerjaan sekarang dan pelatihan untuk pekerjaan waktu yang akan datang
    2. Pelatihan untuk masing-masing atau untuk semuanya tentang pengetahuan, pekerjaan dan kecakapan bekerja
    3. Keterangan pokok untuk pengembangan perorangan dan produksi khusus dalam penerapan pekerjaan tertentu.
    4. Menurut GR Terry, jenis pelatihan dapat dibedakan menjadi :
      1. Pelatihan sebelum Penempatan (Pre-Employment Training)

Dalam hal ini berhubungan dengan jenis dan jumlah instruksi yang diperlukan tenaga kerja yang tidak berpengalaman sebelum mereka bekerja pada perusahaan yang bersangkutan. Pelatihan ini biasanya diberikan oleh lembaga-lembaga pendidikan di luar perusahaan, seperti perguruan tinggi, universitas/institut, akademi dan lain-lain.

  1. Pelatihan Induksi (Induction Training)

Tujuannya adalah untuk melengkapi tenaga kerja baru dengan keterangan dan informasi yang diperlukan untuk pengetahuan dan pengertian yang lengkap tentang praktek dan prosedur perusahaan. Termasuk dalam pelatihan induksi adalah mengucapkan selamat datang atau menyambut dengan baik tenaga kerja baru, menjelaskan ketentuan dan peraturan yang berlaku, mengenalkan dengan kesejahteraan sosial tenaga kerja, memberikan keterangan dan informasi kepadanya tentang kebijaksanaan dan kinerja dalam perusahaan serta memberikan kepadanya tentang apa yang diharapkan dari dia sebagai tenaga kerja.

  1. Pelatihan di tempat kerja (on the job training)

Diselenggarakan  dengan maksud membentuk kecakapan tenaga kerja yang diperlukan untuk suatu pekerjaan tertentu. Pelatihan ini berusaha mengisi celah antara kemampuan pekerja dengan kemampuan yang diperlukan pekerjaan. Pekerjaan dapat berupa pekerjaan saat ini atau pekerjaan masa datang.

  1. Pelatihan Penyelia (Supervisory Training)

Diselenggarakan dengan tujuan memberikan keterangan dan informasi yang berhubungan dengan teori dan aplikasi mengenai teknis penyelia. Kursus dalam pelatihan penyelia telah direncanakan dan kebanyakan kursus semacam itu pada umumnya dipandang efektif.

  1. C.    Pengorganisasian Program Pendidikan dan Pelatihan

Penyelenggaraan pendididkan dan pelatihan bagi tenaga kerja dapat dilaksanakan di dalam perusahaan maupun lembaga atau badan lain di lar perusahaan, bergantung tujuan yang ingin dicapai setelah tenaga kerja mengikuti pendidikan dan pelatihan, serta kondisi sarana dan prasarananya. Organisasi pendidikan dan pelatihan dimaksudkan sebagai kelembagaan tempat pendidikan dan pelatihan tenaga kerja tersebut dilaksanakan,baik di dalam maupun di luar perusahaan. Selanjutnya, pengorganisasian berarti bagaimana dan oleh  pendidikan dan pelatihan diselenggarakan.

Penentuan alternatif tentang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di dalam atau di luar perusahaan, sangat bergantung pada tujuan yang diharapkan oleh perusahaan. Sekiranya penyelanggaraan pendidikan  dan pelatihan dalam perusahaan sudah terorganisasi dapat menjamin tercapainya tujuan pendidikan dan pelatihan tersebut dapat dilaksanakan. Sebaliknya, apabila diperkirakan tidak menjamin keberhasilan tujuan yang diharapkan, pendidikan dan pelatihan perlu diselenggarakan di luar perusahaan, oleh lembaga atau badan yang ditunjuk.

Organisasi pendidikan dan pelatihan bergantung pada penetapan tujuan yang diharapkan, baik untuk  saat inni maupun untuk masa datang. Jarang ditemuiada dua organisasi pendidikan dan tidak tepat memberi pola program pendidikan dan pelatihan dalam suatu perusahaan identik dengan pola program pendidikan dan pelatihan dari perusahaan lain.

Harus dibedakan secara saksama fungsi pendidikan dan pelatihan staf dengan fungsi pendidikan dan pelatihan para penyelia lini dan para manajer. Yang dimaksud manajemen lini, dari mandor ke atas sampai manajer umum memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan dan membina tenaga kerja operasional. Tanggung jawab dalam deskripsi pekerjaan, penunjukan pekerjaan dan pemberian kompensasi harus diketahui.

Prinsip organisasi pendidikan dan pelatian dimaksudkan meliputi:

  1. Tujuan pendidikan pelatihan adalah untuk membantu mencapai tujuan perusahaan dengan memberikan kesempatan kepada tenaga kerja pada semua tingkatan organisasi untuk memperoleh pengetahuan, keahlian, kecakapan, keterampilan dan sikap yang diperlukan.
  2. Langkah pertama dalam pendidikan dan pelatihan adalah menetapkan tujuan yang ingin dicapai atas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.
  3. Tujuan dan ruang lingkup rencana pendidikan dan pelatihan harus ditentukan sebelum pengembangannya dimulai guna memberikan suatu landasan untuk persetujuan umum dan tindakan kerja sama.
  4. Teknik dan mekanisme program pendidikan dan pelatihan, harus dihubungkan secara langsung dengan tujuan yang ingin dicapai.
  5. Pendidikan dan pelatihan seharusnya menjadi tanggung jawab seluruh manajemen pada semua  tingkatan dalam perusahaan yang memiliki tujuan yang ingin dicapai
  6. Fungsi bagian pendidikan dan pelatihan adalah membantu manajemen tenaga kerja dalam menentukan tujuan yang ingin dicapai dan dalam pengembangan administrasi, kelakuan dan kelanjutan rencana pendidikan dan pelatihan
  7. Agar dapat mencapai sasaran yang diharapkan pendidikan dan pelatihan, harus menggunakan prinsip belajar
  8. Pendidikan dan pelatihan sebaiknya diselenggarakan dalam lingkungan pekerjaan yang sesungguhnya, sekaligus perbandingan antara teori dengan praktek.
  9. D.    Kebijakan dan Prinsip Pendidikan dan Pelatihan
    1. 1.       Kebijakan Pendidikan dan Pendidikan

Pendidikan dan pelatihan yang merupakan salah satu fungsi manajemen tenaga kerja di luar fungsi lain harus dilaksanakan, karena sebagai tanggung jawab atas pengembangan tenaga kerja, khususnya menyangkut kualitasnya. Kebijakan umum mengenai tenaga kerja pada umumnya menyarankan agar masing-masing tenaga kerja diberi kesempatan melanjutkan pendidikan dan pengembangan pribadi sambil bekerja.

Tanggung jawab tersebut bersifat terus menerus karena hampir semua tenaga kerja baru memerlukan pendidikan dan pelatihan awal. Tenaga kerja lama memerlukan tambahan kualitas dalam bekerja, salah satunya adalah melalui pendidikan dan pelatihan tambahan.

Tata pengaturan kerja harus memberi kesempatan, baik untuk pendidikan dan pelatihan maupun pengembangan tenaga kerja dengan menggunakan metode lain di luar pendidikan dan pelatihan.

Kebijakan yang penuh pertimbangan juga menentukan tujuan pendidikan dan pelatihan tenaga kerja. Titik berat kebijakan pendidikan an pelatihan terletak pada tanggung jawab manajemennya serta membantu semua manajer hierarki perusahaan dalam memenuhi tanggung jawabnya. Kebijakan ini maksudnya untuk menghubungkan program pendidikan dan pelatihan menurut kebutuhan perusahaan dan para tenaga kerjanya.

Kebijakan memandang pendidikan dan pelatihan sebagai alat untuk menjamin agar seluruh tenaga kerja dapat menyesuaikan diri dengan perusahaan serta ikut ambil bagian dalam kegiatannya. Kebijakan yang paling umum adalah membantu memperbaiki kinerja dan memberikan penghargaan terhadap pribadi mereka.

Kebanyakan program pendidikan dan pelatihan menitikberatkan pada keinginan membantu para keinginan membantu para tenaga kerja membimbing mereka agar menjadi lebih cakap, berguna dan bernilai.

Kebijakan pendidikan dan pelatihan tenaga kerja ditentukan oleh manajemen lini, khususnya top manajemen. Manajemen tenaga kerja sebenarnya hanya melaksanakan fungsinya saja, sekaligus memenuhi tanggung jawabnya.

Masalah yang biasanya memerlukan pertimbangan kebijakan, meliputi:

  1. Tujuan apa saja yang ingin dicapai melalui pendidikan dan pelatihan
  2. Personalia yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan
  3. Sifat penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan , baik formal maupun non  formal
  4. Jenis pelatihan apa saja yang diperlukan
  5. Titik berat penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan
  6. Tempat penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, baik dalam perusahaan maupun di luar perusahaan
  7. Kelangsungan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, diselenggarakan secara terus menerus atau hanya secara berkala saja
  8. Kemungkinan kerja sama dengan badan atau lembaga-lembaga lain, baik perguruan tinggi maupun sekolah khusus atau lembaga yang sejenis, baik badan-badan pemerintah maupun badan-badan swasta.
  9. Hubungan pendidikan dan pelatihan dengan program perusahaan yang lainnya.
  10. 2.       Prinsip Pendidikan dan Pelatihan
    1. Perbedaan Individu (Individual Difference)
    2. Hubungan Dengan Analisis Pekerjaan (Relation To Job Analysis)
    3. Motivasi (Motivation)
    4. Partisipasi Yang Aktif (Active Participation)
    5. Seleksi Pendidikan Dan Pelatihan (Selection Of Training And Education)
    6. Pemilihan Para Pengajar (Selection Of Teacher)
    7. Pelatihan Pengajar/ Pelatih (Trainer Teacher Training)
    8. Metode Pendidikan Dan Pelatihan (Training And Education Method)
    9. Prinsip Belajar
  11. E.     Manfaat dan Dampak Pendidikan dan Pelatihan

Pada setiap aktivitas pasti memiliki arah yang dituju, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Arah yang dituju merupakan rencana yang dinyatakan sebagai hasil yang harus dicapai. Manfaat dan dampak yang diharapkan dari pendidikan dan pelatihan harus dirumuskan dengan jelas, tidak mengabaikan kesanggupan dan kemampuan perusahaan.

Manfaat dan dampak yang diharapkan dari penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi perusahaan, yaitu:

  1. Peningkatan keahlian kerja
  2. Pengurangan keterlambatan kerja, kemangkiran serta perpindahan tenaga kerja
  3. Pengurangan timbulnya kecelakaan dalam bekerja, kerusakan dan peningkatan pemeliharaan terhadap alat-alat kerja
  4. Peningkatan produktivitas kerja
  5. Peningkatan kecakapan kerja
  6. Peningkatan rasa tanggung jawab

 

 

 

 

  1. F.     Metode dan Teknik Pendidikan dan Pelatihan
    1. 1.         Metode Pendidikan dan Pelatihan

Metode adalah cara tertentu untuk melaksanakan tugas dengan memberikan pertimbangan yang cukup kepada tujuan, fasilitas yang tersedia dan jumlah penggunaan uang, waktu dan kegiatan.

Metode pendidikan dan pelatihan yang biasa dianut manajemen, yaitu:

  1. Pelatihan di tempat kerja
  2. Kuliah dan konferensi
  3. Studi kasus
  4. Permainan peran
  5. Seminar dan lokakarya
  6. Simposium
  7. Kursus korespondensi
  8. Diskusi kelompok
  9. Permainan manajemen
  10. Kombinasi
  11. 2.         Metode Pelatihan Kerja(http://jurnal-sdm.blogspot.com)

Menurut Cherrington (1995:358), dikatakan bahwa metode dalam pelatihan dibagi menjadi dua yaitu on the job traming dan ojf the joh training. On the joh training lebih banyak digunakan dibandingkan dengan offthejob training. Hal ini disebabkan karena metode on the job training lebih berfokus pada peningkatan produktivitas secara cepat. Sedangkan metode off the joh training lebih cenderung berfokus pada perkembangan dan pendidikan jangka panjang.

On The Job Training dibagi menjadi 6 macam yaitu:

  1. Job instruclion training yaitu pelatihan ini memerlukan analisa kinerja pekerjaan secara teliti. Pelatihan ini dimulai dengan penjelasan awal tentang tujuan pekerjaan, dan menunjukan langkah-langkah pelaksanan pekerjaan.
  2.  Apprenticeship yaitu pelatihan ini mengarah pada proses penerimaan karyawan baru, yang bekerja bersama dan dibawah bimbingan praktisi yang ahli untuk beberapa waktu tertentu. Keefektifan pelatihan ini tergantung pada kemampuan praktisi yang ahli dalam mengawasi proses pelatihan.
  3. Internship dan assistantships yaitu pelatihan ini hampir sama dengan pelatihan apprenliceship hanya saja pelatihan ini mengarah pada kekosongan pekerjaan yang menuntut pendidikan formal yang lebih tinggi. Contoh internship training adalah

cooperalive education project, maksudnya adalah pelatihan bagi pelajar yang menerima pendidikan formal di sekolah yang bekerja di suatu perusahan dan diperlakukan sama seperti karyawan dalam perusahaan tetapi tetap dibawah pengawasan praktisi yang ahli.

  1. Job rotation dan transfer adalah proses belajar yang biasanya untuk mengisi kekosongan dalam manajemen dan teknikal. Dalam pelatihan ini terdapat 2 kerugian yahu: peserta pelatihan hanya merasa dipekerjakan sementara dan tidak mempunyai komitmen untuk terlibat dalam pekerjaan dengan sungguh-sungguh, yang kedua, banyak waktu yang terbuang untuk memberi orientasi pada perserta terhadap kondisi pekerjaan yang baru. Tetapi pelatihan ini juga mempunyai keuntungan yaitu: jika pelatihan ini diberikan oleh manajer yang ahli maka peserta akan memperoleh tambahan pengetahuan mengenai peiaksanaan dan praktek dalam pekerjaan.
  2. Junior boards dan committee assingments yaitu alternatif pelatihan dengan memindahkan perserta pelatihan kedalam komite untuk bertanggungjawab dalam pengambilan keputusan administrasi. Dan juga menempatkan perserta dalam anggota eksekutif agar memperoleh kesempatan dalam bennteraksi dengan eksekutif yang lain.
  3. Couching dan counseling yaitu pelatihan ini merupakan aktifitas yang menharapkan timbal balik dalam penampilan kerja, dukungan dari pelatih, dan penjelasan secara berlahan bagaimana melakukan pekerjaan secara tepat.

Off the job training dibagi menjadi 13 macam:

  1. Vestibule training: pelatihan dimana dilakukan ditempat tersendiri yang dikondisikan seperti tempat aslinya. Pelatihan ini digunakan untuk mengajarkan keahlian kerja yang khusus.
  2. Lecture: merupakan pelatihan dimana menyampaikan berbagai macam informasi kepada sejumlah besar orang pada waktu bersamaan.
  3. Independent self-study: pelatihan yang mengharapkan peserta untuk melatih diri sendiri misalnya dengan membaca buku, majalah profesional, mengambil kursus pada universitas lokal dan mengikuti pertemuan profesional.
  4. Visual presentations: pelatihan dengan mengunakan televisi, film, video, atau persentasi dengan menggunakan slide.
  5. Conferences dan discusion: pelatihan ini biasa digunakan untuk pelatihan pengambilan keputusan dimana peserta dapat belajar satu dengan yang Iainnya.
  6. Teleconferencing: pelatihan dengan menggunakan satelit, dimana pelatih dan perseta dimungkinkan untuk berada di tempat yang berbeda.
  7.  Case studies: pelatihan yang digunakan dalam kelas bisnis, dimana peserta dituntut untuk menemukan prinsip-prinsip dasar dengan menganalisa masalah yang ada.
  8. Role playing: pelatihan dimana peserta dikondisikan pada suatu permasalahan tertentu, peserta harus dapat menyelesaikan permasalahan dimana peserta seolah-olah terlibat langsung.
  9. Simulation: pelatihan yang menciptakan kondisi belajar yang sangat sesuai atau mirip dengan kondisi pekerjaan, pelatihan ini digunakan untuk belajar secara teknikal dan motor skill.
  10. Programmed instruction: merupakan aplikasi prinsip dalam kondisi operasional, biasanya menggunakan computer.
  11. Computer-based training: merupakan program pelatihan yang diharapkan mempunyai hubungan interaktif antara komputer dan peserta, dimana peserta diminta untuk merespon secara langsung selama proses belajar.
  12. Laboratory training: pelatihan ini terdiri dari kelompok-kelompok diskusi yang tak beraturan dimana peserta diminta untuk mengungkapkan perasaan mereka terhadap satu dengan yang lain. Tujuan pelatihan ini adalah menciptakan kewaspadaan dan meningkatkan sensitivitas terhadap perilaku dan perasaan orang lain maupun dalam kelompok.
  13. Programmed group excercise: pelatihan yang melibatkan peserta untuk bekena sama dalam memecahkan suatu permasalahan.

 

  1. 3.         Teknik dalam Pendidikan dan Pelatihan

Moekijat(1979) mengemukakan bahwa sebelum pendidikan dan pelatihan seseungguhnya dimulai, instruktur harus sudah siap memberikan instruksi.Program pelatihan instruksi pekerjaan menyarankan empat langkah, yaitu:

  1. Menyediakan daftar jam/waktu pelajaran
  2. Membuatrincian pekrjaan(break down the job)
  3. Menyiapkan peralatan, bahan-bahan dan perlengkapan
  4. Mengatur tempat kerja
  5. G.    Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan

Kegiatan evaluasi merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan pendidikan dan pelatihan, terutama dalam keseluruhan kegiatan belajar mengajar.

  1. 1.         Pengertian dan Tujuan Evaluasi

Pengertian evaluasi sering berkaitan dengan pengertian pengukuran. Perbedaannya terletak pada sifatnya, di mana evaluasi lebih luas dan bersifat kualitatif, sedangkan pengukuran bersifat kuantitatif.

Evaluasi memiliki dua unsur, yaitu proses yang sistematis dan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

Evaluasi dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan memiliki tujuan sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui tingakt kemajuan yang telah dicapai oleh peserta dalam suatu periode proses belajar mengajar tertentu.
  2. Untuk mengetahui posisi atau kedudukan peserta dalam kelompoknya
  3. Untuk mengetahui tingkat usaha yang telah dilakukan para peserta dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan
  4. Untuk mengetahui sampai seberapa jauh para peserta telah merealisasikan kapasitasnya menjadi suatu achievement melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan.
  5. Untuk mengetahui efisiensi metode pendidikan dan pelatihan yang digunakan.
  6. 2.         Langkah Pokok dalam Evaluasi

Kegiatan evaluasi yang baik sekurang-kurangnya meliputi:

  1. Perencanaan

Langkah perencanaan ditempuh kegiatan sebagai berikut:

1)        Penyusunan lay out atau pendekatan umum yang mencakup ruang lingkup materi yang akan diadakan evaluasi aspeknya, rincian instrumen dan bentuk instrumen

2)        Penulisan instrumen

3)        Revisi instrumen, sehingga memiliki bentuk yang baik

4)        Penggandaan instrumen

5)        Analisis hasil uji coba dan selanjutnya melakukan revisi

  1. Pengumpulan data
  2. Verifikasi data
  3. Pengolahan data
  4. Intrepretasi data
  5. 3.         Teknik dan Alat Evaluasi

Berdasarkan bentuknya, teknik evaluasi dibedakan menjadi:

  1. Tes tertulis (Written test)

Ditinjau dari cara menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam bentuk essay, dapat dibagi menjadi dua tipe, yakni:

1)        Uraian bebas (free essay), yang berarti peserta ujian memiliki kebebasan dalam memberikan jawaban

2)        Uraian terbatas (restricted essay), penjawab diharuskan memberikan jawaban sesuai dengan batasan dalam pertanyaan tersebut.

Sedangkan tipe pertanyaan bentuk objektif dapat dibagi menjadi lima macam, yaitu:

1)        Benar salah (true false), dengan bentuk pertanyaan yang memiliki kemungkinan benar atau salah.

2)        Pilihan berganda (multiple choice), penjawab diminta memilih satu diantara kemungkinan jawaban yang disediakan

3)        Menjodohkan (matching), penjawab diminta menjodohkan pertanyaan-pertanyaan  yang sesuai

4)        Bentuk isian (completion), penjawab diminta untuk melengkapi pertanyaan –pertanyaan dengan kata-kata atau kalimat yang tepat

5)        Jawaban singkat (short answer), penjawab diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan suatu jawaban yang tepat dan singkat

  1. Tes lisan (oral test)

Teknik evaluasi secara lisan memiliki ciri bahwa test ini dilakukan dengan komunikasi lisan antara pengajar/ pelatih dengan peserta pendidikan dan pelatihan.

  1. Tes Kinerja (Performance Test)

Alat yang digunakan dalam tes ini adalah pedoman observasi, dalam bentuk daftar cek (check list), skala penilaian (rating scale), catatan anekdot (anecdote), catatan (record) dan jenis alat lain yang digunakan, hendaknya sesuai dengan kinerja yang akan dievaluasi.

  1. 4.         Sistem Pemberian Nilai (Scoring System)

Pemberian nilai merupakan langkah yang cukup penting dalam keseluruhan kegiatan evaluasi. Teknik dan sistem pemberian nilai bentuknya bermacam-macam. Hal ini bergantung dari tujuan evaluasi, teknik, alat evaluasi, bentuk pertanyaan,sistem pengolahan dan sebagainya.

  1. Sistem pemberian nilai bentuk essay

Dalam prosedur pemberian nilai terutama bentuk essay ada yang langsung dengan nilai akhir dengan sistem 0-100 (t.score), dan ada pula yang menilai dengan scor mentah dulu, baru kemudian diolah secara statistika untuk memperoleh nilai akhir.

   Metode atau prosedur pemberian nilai benruk essay pada umumnya dapat digolongkan menjadi tiga macam prosedur, yaitu:

1)        Metode bagian(seperate method), pada setiap jawaban diadakan penilaian langsung sesuai dengan sistem yang digunakan

2)        Metode keseluruh(whole method), masing-masing instrumen atau soal dinilai keseluruhan untuk seluruh peserta pendidikan dan pelatihan

3)        Sistem pembobotan (weighting system), setiap instrumen diberikan bobot yang berbeda

  1. Sistem Pemberian Nilai Bentuk Objektif

Apabila jumlah instrumen 100, dapat digunakan cara klasik dalam penilaian bentuk objektif, yaitu  jumlah instrumen dikurangi dengan jumlah jawaban salah (termasuk instrumen yang tidak danggap salah), sama dengan nilai (jawaban benar)

1)         Benar salah (True False)

Rumus yang digunakan:

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

                        S = skor seluruh pertanyaan

                        R= jumlah instrumen yang dijawab benar

                        W= jumlah instrumen yang dijawab salah

                        n= jumlah option (kemungkinan jawaban)

                        l= bilangan tetap

2)         Pilihan Berganda (multiple choice)

Rumus yang digunakan:

 

 
 
 

 

 

 

 

 

 

                        S = skor seluruh pertanyaan

                        R= jumlah instrumen yang dijawab benar

                        W= jumlah instrumen yang dijawab salah

                        n= jumlah option (kemungkinan jawaban)

                        l= bilangan tetap

3)         Menjodohkan (matching), menggunakan rumus S=R. Artinya skor seluruhnya sama dengan jumlah jawaban yang benar dinilai 1.

4)         Bentuk isian dan jawaban pendek (completion and short answer), skornya sama dengan jumlah yang benar yang sesuai dengan kunci jawaban. Tiap jawaban dinilai 1. Jumlah skor seluruh pertanyaan bentuk objektif adalah skor untuk setiap bentuk.

  1. 5.         Pengolahan Skor

Langkah pengolahan terutama ditujukan untuk mengubah nilai mentah menjadi nilai matang, juga untuk memperoleh penetapan batas lulus. Untuk itu diperlukan mean dan standar deviasi.

Rumus yang digunakan untuk mencari mean dan standar deviasi meliputi:

 

 
 
 

 

 

 

 

 

 

Mean   = rata-rata hitung yang dicari

Xi        = menyatakan skor yang diperoleh

Fi         = menyatakan frekuensi untuk nilai X2 yang bersesuaian

FiXi     = menyatakan perkalian antara skor dengan frekuensi

 

Untuk standar deviasi (SD):

 

 
 
 

 

 

 

 

 

                                                                                                                                                                 

                                                                                                                                                                 

 S2 = Standar deviasi dalam kuadrat, selanjutnya untuk memperoleh SD harus diakar

FiXi2    = menyatakan perkalian antara perkalian antara frekuensi dengan titik tengah tiap interval kelas yang telah dikuadratkan Xi2

FiXi  = menyatakan perkalian antara frekuensi dengan titik tengah tiap interval  kelas

n       = menyatakan jumlah peserta

 

 

 

Atau skala yang disebut dengan Hundred score standard atau T.Score

Rumus yang digunakan adalah:

 

 
 
 

 

 

 

 

 

 

                                             T.score                = nilai dalam skala 0-100

                                             X                                    = nilai mentah yang dicapai

                                             Mean                  = rata-rata hitung

                                             SD                      = standar deviasi

                                             10 dan 50           = bilangan tetap

  1. 6.         Angka Penilaian

Unsur-unsur yang diadakan evaluasi dalam pendidikan dan pelatihan biasanya meliputi kelompok-kelompok sebagai berikut:

  1. Kelompok A, mengenai pengetahuan umum sebagai warga negara
  2. Kelompok B, mengenai pengetahuan yang menyangkut ruang lingkup dan peraturan-peraturan tentang ketenagakerjaan
  3. Kelompok C, mengenai pengetahuan tentang lingkungan kerja, dimana mereka ditempatkan
  4. Kelompok D, mengenai tugas pokok, fungsi susunan organisasi dan tata kerja, serta pengetahuan, kecakapan, keterampilan yang diharapkan dalam pendidikan dan pelatihan yang telah diberikan sebelumnya.
  5. Disiplin, ketaatan dan keteraturan terhadap peraturan-peraturan yang berlaku, baik secara tertulis maupun tidak tertulis
  6. Karya tulis mengenai spesialisasi yang berhubungan dengan ruang lingkup pekerjaannya.
  7. Aktivitas dan partisipasi dalam kegiatan selama pendidikan dan pelatihan.

Ke tujuh unsur tersebut dijumlahkan dan dirata-ratakan dengan cara membagi tujuh.

 

Angka yang digunakan dalam penilaian akan proses evaluasi pendidikan dan pelatihan adalah 100 untuk nilai tertinggi dan 10 untuk nilai terendah. Hasil evaluasi peserta dikualifikasikan sebagai berikut:

 

 
 
  1. 81-100   = Baik sekali
  2. 71-80     = Baik
  3. 61-70     = Cukup/sedang
  4. 51-60     = Kurang
  5. ≤ 50        = Tidak lulus

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 7.         Hal-hal yang Bersangkutan denganPenilaian (M. Manulang)
    1. a.       R            eaksi, bagaimana reaksi pengikut latihan terhadap program latihan yang diikutinya
    2. b.      Pelajaran, sejauh mana pengikut latihan mempelajari fakta, prinsip-prinsip dan pendekatan-pendekatan yang tercakup dalam latihan.
    3. c.       Tingkat laku, sejauh mana tingkah laku dalam pekerjaan berubah karena mengikuti latihan.
    4. d.      Hasil, apakah hasil akhir yang diperoleh (reduksi biaya, penurunan turn over, perbaikan produksi dan lain sebagainya)

 

 

 

III

Penutup

Kesimpulan

Pelatihan dan Pendidikan adalah bertujuan untuk menambah pengetahuan pegawai untuk meningkatkan keterampilan dalam  mengadaptasi perubahan teknologi yang terjadi. Dengan program pelatihan dan pendidikan, maka pegawai dapat mempelajari materi pekerjaan dengan lebih efektif. Selain itu juga, program pelatihan bertujuan untuk promosi jabatan dan mengorientasikan pegawai terhadap perusahaan instansi.

Sehingga untuk itu, karena setelah adanya pendidikan dan pelatihan akan bertambah ketrampilan dan kinerja karyawan atau pegawai akan menjadi lebih baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar  Pustaka

 

http://jurnal-sdm.blogspot.com. Diakses 25 Mei 2013

Manullang,M,Drs. 1984. Management Personalia. Jakarta Timur: Balai Aksara

Sastrohadiwiryo, B. Siswanto.2001.Manajemen Tenaga KerjaIndonesia.Jakarta:Bumi Aksara.

Simamora, Henry. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia.  Yogyakarta:  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN

 

Liza Nurrohmah

Drs. Noor Muhammad (Dosen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi UMMagelang)

PERIKLANAN (Philip Kotler)

Published June 20, 2013 by Liza Nurrohmah

PERIKLANAN

Periklanan adalah segala biaya yang harus dikeluarkan sponsor untuk melakukan presentasi dan promosi nonpribadi dalam bentuk gagasan,barang, atau jasa.

  1. A.      KEPUTUSAN PENTING DALAM PERIKLANAN
    Menetapkan Tujuan

Tujuan periklanan adalah tugas komunikasi tertentu yang harus dilakukan dengan audiens sasaran tertentu selama periode waktu yang tertentu. Tujuan periklanan dapat digolongkan menurut keperluan utamanya, apakah memberi informasi, membujuk, atau mengingatkan. Periklanan informatif digunakan habis-habisan pada saat suatu kategori produk yang baru mulai diperkenalkan. Tujuannya adalah membangun permintaan awal.

  1. Periklanan persuasif digunakan untuk membangun permintaan selektif akan suatu merek dengan cara meyakinkan konsumen bahwa merek tersebut adalah merek terbaik di kelasnya. Tujuan perusahaan adalah membangun permintaan selektif.
  2. Iklan perbandingan adalah iklan yang secara langsung membandingkan satu merek dengan satu atau sejumlah merek lainnya.
  3. Iklan pengingat adalah iklan yang digunakan untuk menjaga konsumen tetap berpikir mengenai suatu produk.
  4. Diferensiasi produk. Suatu merek yang amat mirip dengan merek lain dalam hal kelas produknya menuntut pengiklanan habis-habisan untuk membedakan diri dari yang lain.

Menetapkan anggaran iklan bukanlah hal yang mudah. Bagaimanakah sebuah perusahaan bisa mengetahui bahwa jumlah yang dikeluarkan sudah tepat dan sebesarapa besar dampak pengeluaran iklan terhadap loyalitas merek dan pembelian pelanggan merupakan masalah yang harus dihadapi pemasar.

  1. B.       STRATEGI IKLAN

Strategi iklan terdiri dari dua elemen utama yaitu:

  1. penciptaan pesan iklan dan
  2. penyeleksian media iklan.

Di masa lalu, kebanyakan perusahaan mengembangkan rencana untuk pesan dan media secara terpisah. Rencana media sering dipandang kurang penting ketimbang proses penciptaan pesan. Semakin lama perusahaan semakin menyadari manfaat dari perencanaan kedua elemen penting ini secara bersama-sama.

  1. 1.    Menciptakan Pesan Iklan

Anggaran iklan yang besar tidak menjamin berhasilnya suatu kampanye iklan. Betapa pun besarnya anggaran, iklan akan berhasil hanya jika siaran iklan tersebut dapat menarik perhatian dan mengkomunikasikannya dengan baik.

  • Lingkungan pesan yang berubah. Pesan iklan yang baik sangatlah penting dalam lingkungan iklan yang mahal dan penuh ketidakjelasan dewasa ini. Baru-baru ini, pemirsa televisi bisa dikatakan sebagai tawaran para pemasang iklan. Hanya ada sedikit saluran yang dapat dipilih pemirsa. Mereka yang masih punya cukup energi untuk bangkit dan mengganti saluran selama selingan iklan yang membosankan biasanya hanya menemukan hal yang sama di saluran lain. Jadi, untuk memperoleh dan mempertahankan perhatian, pesan iklan dewasa ini harus direncanakan lebih baik, lebih imajinatif, lebih menghibur, dan lebih memberi imbalan bagi konsumen. Strategi kreatif akan memainkan peran yang semakin penting dalam kesuksesan suatu iklan.
  • Strategi pesan. Langkah pertama dalam menciptakan pesan iklan yang efektif adalah memutuskan pesan umum apa yang akan dikomunikasikan kepada konsumen. Orang akan bereaksi hanya jika mereka yakin bahwa mereka akan mendapat manfaat dari tindakannya itu. Jadi, pengembangan strategi pesan yang efektif dimulai dengan mengenali manfaat pelanggan yang dapat dipakai sebagai daya tarik iklan. Dalam usaha mencari manfaat yang dapat ditampilkan, banyak anggota tim kreatif memulainya dengan mencoba berbicara kepada konsumen, agen, pakar, dan pesaing. Yang lain mencoba membayangkan seandainya konsumen membeli atau menggunakan produk tadi sehingga mereka dapat menemukan manfaat-manfaat seperti apa yang dicari.

Pernyataan strategi pesan cenderung berupa kalimat langsung dan sederhana mengenai pokok-pokok positioning dan manfaat yang ingin dicapai oleh pemasang iklan. Pemasang iklan sekarang harus mengembangkan konsep kreatif yang meyakinkan atau ide besar yang akan menghidupkan strategi pesan dengan cara yang unik dan tidak mudah di lupakan. Konsep kreatif akan memandu pemilihan daya tarik spesifik yang akan digunakan dalam kegiatan periklanan. Daya tarik iklan sebaiknya mempunyai tiga karakteristik.

  1. Harus bermakna, menunjukkan manfaat yang membuat produk itu lebih diinginkan atau lebih menarik.
  2. Daya tarik harus dapat dipercaya. Konsumen harus percaya bahwa produk atau jasa akan memberikan manfaat yang dijanjikan. Namun demikian, manfaat yang paling bermakna dan dapat dipercaya bisa saja bukan yang paling baik untuk ditonjolkan. Daya tarik juga harus khas yaitu harus menjelaskan mengapa produk itu lebih baik ketimbang merek pesaing.
  • Pelaksanaan pesan. Dampak dari pesan tidak hanya tergantung pada apa yang dikatakan, tetapi juga bagaimana mengatakannya. Pemasang iklan harus mengubah ide besar tersebut menjadi pelaksanaan iklan aktual yang akan menangkap perhatian dan minat pasar sasaran. Staf kreatif harus mencari gaya, ciri, kata, dan format terbaik untuk mengungkapkan pesan tadi. Pesan apapun dapat disajikan dalam gaya pengungkapan yang berbeda, seperti :

      Potongan kehidupan. Gaya ini menampilkan satu atau beberapa orang khusus yang menggunakan produk tersebut dalam kondisi normal.

      Gaya hidup. Gaya ini menunjukkan bagaimana suatu produk cocock dengan gaya hidup tertentu.

      Fantasi. Gaya ini menciptakan fantasi di sekitar produk dan penggunaannya.

      Mood (suasana hati) / citra. Gaya ini membangun mood atau citra di seputar produk, seperti kecantikan, cinta, atau kedamaian. Tidak ada pernyataan yang dibuat mengenai produk terkecuali melalui saran.

      Musikal. Gaya ini menampilkan satu atau beberapa orang atau karakter kartun yang menyanyikan lagu mengenai produk tersebut.

      Simbol kepribadian. Gaya ini menciptakan karakter yang mewakili produk. Karakter itu bisa berbentuk gambar animasi atau tokoh nyata.

      Keahlian teknik. Gaya ini menunjukkan keahlian teknik perusahaan dalam membuat produk.

      Bukti ilmiah. Gaya ini menyajikan bukti survei atau ilmiah bahwa mereknya lebih baik atau lebih disukai ketimbang satu atau beberapa merek lain.

      Bukti kesaksian. Gaya ini menonjolkan sumber yang sangat dapat dipercaya atau sangat disukai yang menganjurkan penggunaan produk itu.

Pemasang iklan juga harus memilih nada untuk iklan. Pengiklanan harus menggunakan kata-kata penarik perhatian dalam iklan.

Akhirnya, elemen format membedakan antara dampak iklan dan juga harganya. Perubahan kecil dalam desain iklan dapat membuat perbedaan besar pada efeknya. Ilustrasi hal pertama yang pembaca lihat harus cukup kuat untuk menarik perhatian. Selanjutnya, headline harus secara efektif merangsang orang yang tepat untuk membaca pesan itu. Akhirnya, pesan itu harus sederhana sekaligus kuat dan meyakinkan. Di samping itu, ketiga unsur ini harus secara efektif bekerja sama.

  1. 2.    Menyeleksi Media

Langkah utama dalam menyeleksi media adalah :

  1. a.      Menentukan jangkauan, frekuensi, dan dampak

Untuk menyeleksi media, pemasang iklan harus menentukan jangkauan dan frekuensi apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan iklan. Jangkauan adalah ukuran persentase manusia dalam pasar target yang tercakup (memperhatikan/melihat/mendengar) kampanye iklan selama suatu periode waktu yang ditentukan. Contoh: pemasang iklan mungkin mencoba untuk mencapai 70% pasar target selama tiga bulan pertama kampanye iklannya. Frekuensi adalah ukuran berapa banyak orang rata-rata dalam pasar target terekpos pada pesan. Contoh : pemasang iklan mungkin membutuhkan frekuensi pemaparan rata-rata 3. Pemasang iklan juga harus memutuskan dampak media yang bagaimana yang diinginkannya. Contoh : untuk produk-produk yang perlu didemonstrasikan, pesan televisi mungkin mempunyai dampak yang lebih besar daripada pesan radio karena televisi adalah media audio visual yang bisa dilihat dan didengar. Pada umumnya, semakin luasnya jangkauan, semakin tingginya frekuensi, dan semakin besarnya dampak yang dicari pemasang iklan, semakin tinggi pula anggaran periklanan yang harus dibuat.

  1. b.      Memilih tipe media utama

Perencana media mempertimbangkan banyak faktor ketika melakukan pemilihan media. Kebiasaan media dari konsumen sasaran akan menentukan media apa yang akan dipilih. Pengiklan mencari media yang menjangkau konsumen target secara efektif. Tipe-tipe pesan yang berbeda kerap kali membutuhkan media yang berbeda. Faktor utama lainnya dalam pemilihan media adalah biaya.

  1. c.       Menyeleksi wahana media

Wahana media adalah media spesifik dalam tiap-tiap tipe yang umum. Misalnya, majalah, acara televisi, atau siaran radio. Perencana media sekarang harus memperhitungkan biaya per 1000 orang yang dijangkau oleh suatu wahana. Perencana media juga harus mempertimbangkan biaya produksi iklan untuk berbagai media yang berbeda.

Dalam memilih wahana media, perencana perencana media harus menyetimbangkan ukuran biaya media terhadap beberapa faktor dampak media. – Perencana harus menyetimbangkan biaya terhadap kualitas pemirsa wahana media.

  • Ø Perencana media harus memperhitungkan perhatian pemirsa.
  • Ø Perencana harus membuat penilaian atas kualitas editorial wahana.
  1. d.      Menentukan jadwal tayang media

Pengiklan juga harus menentukan bagaimana menjadwal iklan selama rentang waktu setahun. Akhirnya, pemasang iklan harus memilih pola iklan.

  • Ø Berkesinambungan (continuous) berarti melakukan penjdawalan yang merata sepanjang suatu periode.
  • Ø Berdenyut (pulsing) berarti membuat penjadwalan iklan secara tak merata di sepanjang suatu periode, ide di baliknya adalah mengiklankan secara besar-besaran untuk suatu periode waktu yang singkat demi membangun kesadaran yang berlangsung terus sampai periode periklanan berikutnya.

Mereka yang lebih menyukai pola berdenyut merasa bahwa pola ini dapat digunakan untuk mencapi dampak yang sama seperti pola berkesinambungan, dengan keuntungan dari segi biayanya yang lebih rendah. Namun demikian, beberapa perencana media meyakini bahwa kendati pola berdenyut bisa mencapai targetnya yaitu kesadaran minimal konsumen, pola ini mengorbankan kedalaman komunikasi iklan.

  1. C.      EVALUASI PERIKLANAN

Program periklanan harus secara teratur mengevaluasi efek komunikasi pada sebuah iklan untuk mengungkapkan apakah iklan tersebut mampu menyampaikan pesannya dengan baik. Uji pesan dapat dilakukan sebelum atau sesudah sebuah iklan dicetak atau disiarkan

  • Ø Sebelum iklan ditempatkan, sang pengiklan dapat menunjukkannya kepada konsumen, menanyakan bagaimana mereka menyukainya, dan mengukur ingatan atau perubahan sikap yang dihasilkannya.
  • Ø Sesudah iklan disebarluaskan, pengiklan dapat mengukur bagaimana iklan mempengaruhi memori atau kesadaran produk, pengetahuan, dan preferensi produk.

Cara untuk mengukur efek penjualan dari iklan adalah :

  • Ø Dengan membandingkan penjualan di masa lampau dengan pengeluaran di masa lampau.
  • Ø Dengan menggunakan eksperimen.
  1. D.      MENGORGANISASI PERIKLANAN

Setiap perusahaan mengorganisasikan periklanannya dengan cara mereka masing-masing. Dalam perusahaan kecil, periklanan dapat ditangani oleh seseorang dari departemen penjualan. Perusahaan besar membuat departemen periklanan sendiri, yang tugasnya adalah menentukan anggaran periklanan, bekerja sama dengan agen pemasang iklan, dan menangani periklanan lewat pos, peragaan pengedar, dan kiat-kiat periklanan lainnya yang tidak dilakukan oleh agen. Kebanyakan perusahaan besar menggunakan agen pemasang iklan dari luar karena hal itu memiliki beberapa keuntungan.

Agen periklanan adalah perusahaan jasa pemasaran yang membantu perusahaan dalam merencanakan, mempersiapkan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi semua atau sebagian dari program periklanan mereka.

Dewasa ini, banyak agen yang bertumbuh dengan memakan (mengakuisisi) agen lainnya. Hal ini mendorong terciptanya perusahaan holding agen yang besar. Kebanyakan agen periklanan besar memiliki staf dan sumber daya untuk menangani semua fase kampanye periklanan kliennya, mulai dari membuat rencana pemasaran (marketing plans), sampai mengembangkan kampanye periklanan untuk kliennya tersebut serta menyiapkan, menempatkan, dan mengevaluasi iklan.

Suatu agen periklanan biasanya memiliki 4 departemen :

  1. Departemen kreatif, adalah departemen yang mengembangkan dan memproduksi iklan.
  2. Departemen media adalah departemen yang menyeleksi media dan menempatkan iklan.
  3. Departemen riset adalah departemen yang mempelajari karakteristik dan keinginan pemirsa.
  4. Departemen bisnis adalah departemen yang menangani aktivitas bisnis agen.

Secara tradisional, agen periklanan digaji lewat komisi dan iuran. Di masa lampau, pada umumnya agen menerima 15% biaya media sebagai rabat.

Lama kelamaan, pemasang iklan dan agen semakin tidak suka dengan sistem komisi. Sekarang, ada tren menuju pembayaran straight fee atau kombinasi dari komisi dan fee.

Ada tren lain yang sedang mempengaruhi bisnis agen periklanan. Banyak agen mencari pertumbuhan dengan melakukan diversifikasi ke jasa pemasaran yang berkaitan. Agen diversifikasi ini menyodorkan daftar lengkap dari jasa pemasaran dan promosi terintegrasi dalam satu atap, termasuk di dalamnya adalah periklanan, promosi penjualan, hubungan massa, pemasaran langsung, dan riset pemasaran.

  1. E.       KEPUTUSAN PERIKLANAN INTERNASIONAL

Pemasang iklan internasional menghadapi banyak kompleksitas yang tidak dijumpai pada pemasang iklan domestik. Isu yang paling mendasar mencakup tingkat sampai di mana suatu iklan global harus diadaptasi dengan karakteristik unik berbagai pasar negara. Beberapa pemasang iklan besar telah mencoba untuk mendukung merek global mereka dengan periklanan seluruh dunia yang sangat tinggi standarnya.

Standardisasi juga memiliki kerugian. Kerugiannya yang terbesar adalah bahwa standardisasi mengabaikan fakta adanya perbedaan yang sangat besar dalam kultur, demografi, dan ekonomi di berbagai pasar negara. Tingkatan sampai di mana suatu perusahaan mengadaptasi periklanan global mereka berbeda-beda.

Pengiklan global menghadapi beberapa problem tambahan. Contoh : biaya dan ketersediaan media iklan bisa jadi sangat berbeda dari satu negara ke negara yang lainnya.

Maka, walaupun pengiklan bisa mengembangkan strategi global untuk memandu kiat periklanan keseluruhannya, program periklanan yang spesifik biasanya harus diadaptasi untuk memenuhi kultur dan peradaban lokal, karakteristik media lokal, dan peraturan periklanan lokal.

 

 

Liza Nurrohmah

Drs. Hamron Zubaidi, M.Si (Dosen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi UMMagelang)

Riset Pemasaran Global

Published June 20, 2013 by Liza Nurrohmah

RISET DAN PEMASARAN INTERNASIONAL

            Pemasaran dalam bisnis internasional sagat kompleks daripada pemasaran domestic. Perbedaan sosial, bahasa, politik, peraturan, dll perlu dipelajari dengan seksama kemudian dijadikan sebagai landasan kebijakan strategi pemasaran.  Pemahaman tentang lingkungan bsnis internasional seharusnya didasarkan pada penilitian yang dilakukan yang menyangkut produk, rencana pemassaran, strategi pemasaran.  Penelitian tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi problem pemasaran.  Macam data yang diperlukan dalam penelitian pemasaran:

  1. Data sekunder

Data yang dikumpulkan pleh pihak lain(BPS, Dep perindustrian, IMF) data ini teralive lebih murah dan mudah untuk mendapatkannya.

  1. Data primer

Data yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti, karenanya cara mendapatkannya data tersebut membutuhkan biaya yang mahal, mamakai waktu lama, kadang hasilnya sulit dikomparasi.  Data ini biasanya digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan yang bersifat taktis dan spesifik.

Ada bermacam macam informasiyang dibutuhkan dalam pemasaran internasional yaitu:

  1. Macro live information ( lingkungan fisik, lingkungan politik, lingkungan ekonomi)
  2. Market information ( kemungkinan masuk, karakteristik pasar)
  3. Micro level information ( sales forcasting, informasi biaya, informasi manajeman)

Manfaat sistem informasi

  1. Manajeman dapat memonitor perubahan yang terjadi pada pasar pasar yang bebeda.
  2. Manajeman dapat memonitor perusahaan itu sendiri dalam pasar internasional.

Analisis  kekuatan kompetitif:

  1. Dari dalam perusahaan
  2. Bahan bahan publikasi
  3. Para pemasok / pelanggan
  4. Karyawan para pesaing
  5. Observasi langsung

Pemasaran internasional

Fungsi manajeman yang dianggap tulang punggung perusahaan adalah pemasaran. Tidak akan ada artinya Sebaik apapun produk yang dihasilkan perusahaan tetapi jika diimbangi oleh kemampuan perusahaan tersebut didalam memasarkan produknya.  Untuk mamasuki pasar internasional sebuah produk dapat diperlukan dengan dilakukan modifikasi yang tergantung pada beberapa faktor yaitu Jenis produk itu sendiri, biaya, dan peraturan dari negara yang dituju.

 

Standarisasi produk

Yaitu produk dengan sangat sedikit atau tanpa modifikasi sama sekali, biasanya untuk barang-barang yang memang perlu distandarisasi seperti alat-alat kesahatan atau alat alat labotaorium dll.

Diferensiasi produk

Beberapa jenis barang perlu dilakukan diferensiasi pasar agar perusahaan dapat menigkatkan keuntungan. Modifikasi produk adalah salah satun bentuk diferensiasi, dan deferensiasi  merupakan salah satu segmentasi pasar. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk melakukan diferensiasi produk yaitu jenis produk, kondidi dan kompetensi yang ada dipasar, kebutuhan fisik, infrastruktur, product life style, legal requirement, cost benafit analysis.

Segemantasi pasar

Beberapa negara dapat dibagai dalam beberapa segmen denagn dasar tertentu seperti factor demografi, tingkat pendapatan, agama, kebiasaan konsumsi, dll.

Merek dan kemasan

Merek dapat distandarisaitetapi dapat juga disesuaikan dngan kondisi negara tertentu sehingga untuk produk yang sama mereknya akan berbeda di negara lain.

Strategi produk

Produk adalah fokus sentar bauran pemasaran. Jika sebuah produk tidak berhasil memuaskan konsumen, apaun upaya memasarkan yang dilakukan oleh produsen tidak akan berhasil.  Dalam merumuskan strategi produk para manajer pemasaran internasional harus ingat bahwa produk adalah lebih dari sekedar obyek fisik, tetapi mencangkup juga merek, aksesoris, layanan purna jual, jaminan, pentujuk pmakaian, cita perusahaan dan kemasan.

Jenis produk

Klasifikasi produk adalah jenis produk industrial atau produk konsumen, ang memenuhi kebutuhan pasar dunia pada umuamnya produk industrial tidak terlalu mermerlukan banyak penyesuaian, hal tesebut berbeda dengan produk konsumen.

PENGARUH KEKUATAN LINGKUNGAN LUAR NEGERI TERHADAP STRATEGI PRODUK

Kekuatan sosial budaya

Adanya perbedaan sosial budaya yang sangat mencolok mengharuskan perubahan-perubahan produk makanan barang konsumsi lain (Mc donald mengubah burgernya dengan daging ayam ketika memasarkan produknya ke india).

Kekuatan hukum

Kekuatan hukum menjadi sesuatau yang sangat penting dalam medisain produk suoaya persuashaan dapat memasarkan produknya dinegara tersebut (peraturan tentang polusi ,perlindungan konsumen)

Kekuatan ekonomi

Adanay pebedaan pendapat antara negara-negara di dunia menyebabkan perusahaan harus menyesuaiakan produknya dengan daya beli yang akan dituju.

Kekuatan fisik

Kekuatan fisik berupa iklim, kondisi alam, suhu udara dll, angat perhataikan oleh manajer produksi.

Strategi promosi

Terdapat enam sstrategi berbeda yang dapat dipilih perusahaan yaitu:

  • Produk sama-pesan sama
  • Produk sama-pesan beda
  • Adaptasi  produk-pesan sama
  • Adaptasi produk-adaptasi pesan
  • Produk berbeda-pesan sama
  • Produk berbeda untuk pemaikaian yang sama -pesan berbeda

STRATEGI PENETAPAN HARGA

            Suatu barang bisa jadi dipasarkan dengan harga tinggi di suatu neraga tertentu dan dipasarkan dengan harga yang relative rendah di negara lain. Faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan harga:

  • Perbedaan biaya yang haris dikeluarkan perusahaan di negara sasaran.
  • Konsisi persaingan
  • Produk yang dipasarkan tersebut berbeda dalam tahapan daur hidup yang mana
  • Para Pemerintah setempat dalam pengendalian harga

STRATEGI DISTRIBUSI

            Eputusan perusahaan adalah akan memasarkan secara langsung atau tidak langsung . ada beberapa faktor yang mempengaruhi strategi distribusi yakni:

  • Karakteristik pasar
  • Karakteristik produk
  • Karakteristik perusahaan
  • Karakteristik perantara
  • Persayaratan hukum

 

MANAJEMAN SDM DALAM BISNIS INTERNASIOANAL

 

Pergerakan sumberdaya manusia internasioanal

Secara keseluruhan perpindahan SDM antara negara cenderung mengandung lebih bayak masalah dan kesukaran politis apabila dibandingkan dengan perpindahan barang dan jasa.  Oleh karenanya perpindahan SDM dengan sendirinya juga cenderung menghadapi kendala besar.  Ada beberapa motif orang melakukan migrasi, secara garis besar ada dua motif:

  • Motif ekonomi yakni tujuan utma melaukan migrasi karena ingian meningkatkan taraf kesejahteraab ekonomi
  • Motif non ekonomi, karena bencana didaerah asal misalnya.

Adanya migrasi terutama pada jenis pertama berdampak pada:

  • Penyaamaan tingka
  • Menigkatkan output dunia secara keseluruhan
  • Braindrain

FUNGSI SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MNC

            Sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting bagi MNC, karyawan MNC memiliki peran untuk mengembangkan dan tetap menjaga keunggulan spesifik perusahaan dalam bidang pemasaran, litbang dan keuangan.  Sumber daya manusia sebagai bagian dari MNC merupakan komponen vital dalam penerapan strategi.  Manajeman SDM adalah tanggung jawab bersama diantara manajer perusahaan.  Kondisi tenaga kerja dan perkembangannya yang berbeda antara berbagai negara mengharusakan perusahaan multinasioanal mampu melakukan penyesuaian dengan kondisi setempat. PHK dimungkinkan antara lain karena

  • peindahan produksi ke luar negeri dan
  •  kondisi dimana produk atau penjualan kurang dapat bersaing sehingga memaksa perusahaan untuk menurunkan produksi

selain masalah diatas , masalah lain yang muncul adalah berkitan dengan susunan kepegaiwaian.  Bagi perusahaan mulinasioanal mereka menghadapi masalah dalam mencari manajer-manajer yang baik untuk operasi merelka di luar negeri.  Orang yang dicarai adalah oarang yang bicultural dengan pengetahuan praktek bisnis di negara asal ditambah degan pemahaman praktek bisnis dan adat istiadat negara tuan rumah.

SUMBER-SUMBER MANAJER

Manajer dapat berasal dari nrgara asal, negara tuan rumah, dan negara-negara lain.  Ada beberapa alasan kenapa mengambil manajer yang berasal dari negara asal yaitu:

  • Tidak adanya warga megara tuan rumah yang cocok
  • Untuk melaih dan memperluas pengalaman bagi mereka yang akan menjadi manajer tingkat tinggi di kator pusat
  • Sebagai wakil dari kantor pusat untuk dapat mnjelasakan kebijakan-kebijakna dan prosedur kantaor pusat karean akadanag perusahaan harus mengambial kebijakan yang akan tidak popoler bagi pemerintah tuan rumah

Aslan mengbil manajer yang berasal dari negara tuan rumah:

  • Manjajer yang berasa dari negara tuan rumah lebih menganal adat istiadat, buada dan bahasa stempat
  • Dalam hal tetentu mereka bisa digaji lebih rendah dari mnajer negara asal
  • Adanya aturan pemerintah stempat yag mengharuskan MNC untuk mnggunakan bayak tenaga kerja stempat

Penggunaan tenaga kerja setempat dapat menimbukkan permaalahan:

  • Mereka saling tidak akrab dengan negara sal perusahaan dengan kebijakan-kebijakannya serta dengan praktek-prakteknya
  • Adanya perbedaan nilai dan sikap yang dianuat manajer stempat sering tidak disenangi oleh kantor pusat
  • Kemingkinana pembajakan dari tenaga kerja yang sudah terlatih oleh perusahaan-perusahaan lokal atau anak perusahaan internasional yang lain
  • Adanya konflik loyalitas dari manajer yang berasal dari negara tuan rumah tersebut.

SELEKSI DAN PELATIHAN

            Pelatihan yang dapat diberikan pada pekerja yang bersasal dari negara asal dapat dilakukan dengan mula-mula menempatkan tenaga tersebut pada devisi devisi internasioanal di kantor pusat dimna mereka menangani masalah-masalah yang dihadapi oleh afiliasi di luar negeri.  Selanjutnya jika pekerja tersebut dianggap telah mampu meka keterampilan selanjutanya yang diperlukan adalah kemapuan bahasa negara yang dituju.

FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN SDM

            MNC menghadapi sekumpulan faktor lingkungan eksternal dalam opersai internasioanalnya yang hal tersebuat berdampak pada pnegelolaan SDM. Faktor tersebut meliputi keterampilan, sikap dan motivasi personalia dalam negara diantara MNC tersebut berada.selain itu juaga faktor kebijakan pemerintah tentang ketenaga kerjaan, srikat kerja, pertimbangan etika, interaksi dengan bisnis, pemerintah dll, menyebabkan biaya dapat pula menjadi kekuatan bagi MNC.  Strateg generik dalam manajeman SDM dalam mengahdapai keragaman lingkunag ekternal perusahaan:

  • MNC dapat mengguanakan prosedur dan teknik yang sama di semua negara
  • Mendesentralisaskiakb fungsi SDM berdasarkan negara untuk menyesauaikan SDM di setiap negara degan lingkuan eksternal lokal
  • Mengelila SDM atas dasar global dengan jalan mengharmonisasi keseluruhan SDM

Ada beberapa faktor intrnal MNC yang berakiatan deanag SDM:

  • Struktur organisasi
  • Sistem penilaian
  • Pengendalian
  • Penghargaan
  • Gaya manajeman
  • Falsafah perusahaaan
  • Strategi bisnis

Sebuah MNC memilih struktur organisasi maka harus dirancanga sisitem penilaian , pengendalian dan kompensasi yang dipakai agar erusahaan dapat beropersai secara efisien.  Dalam hal penunjukan staf dan pengembangan staf juga harus disesuaiakan dengan struktur organisasi . sebuah MNC juga harus memperhatikan bahwa terdapat keterkaitan antara strategi yang diambil sebuah perusahaan dengan struktur organisasi yang dipakai.  Terdapat struktur oranisasi lini produk, struktur organisasi berdasarkan bangsa, da struktur oranisasi matrix

Salah satu struktur orgasisai berdasarkan lini produk adalah terlaksananya skala ekonomi secara penuh. Sedangkan kelamahannya adalah tanggung jawab untuk operasi internaisonal biaanya harus diberikan kepada manajer dengan keahlian produk walaupaun manajer tersebut tidak cukup memiliki pengalaman inrtnasional.  Sedangkan oraganisai wialayah  memungkinkan MNC memperkecil resikop politik negara tuan rumah dengan memeberikan respon terhadap kepentingan lokal.  Keberhasilan matrik tergantung pada kemampuan mereka yang digunakan uantuak memberikan dan mendapatkan petunjuak tetenag bidanga produk dan fungsi. Ada keuntunagn dari kebijakan etnosentis yang emngguanakan teanaga kerja waraga negaranay sendirai , keuntunagan tersebuat adalah dilikinya nilaia keuntuangab spesifikasi perusahaan yang cukup tinggi hal itu karena warga negara sendiri meimiliki oprientasi yang lebih tinggi pada perusahaan imduk. Dan keunggulan penempatan yang staf  polisentris aalah waraga negara tuan rumah lebih mengenal lingkungan tuan rumah , mengurangai masalah perbedaan budaya dan kemungkianan kecurigaan rasial. Sedangkan penempatan geosentris adalah bahwa karyawan yang dipiliah dalah orang yang terbaiak untuk pekerjaanyang bersangkuatan tanpa memandang kebangsaan.

Liza Nurrohmah

Rochyati Murniningsih, SE, M.Si.(Dosen Jurusan Managemen Ekonomi FE UMMagelang)

Published April 14, 2013 by Liza Nurrohmah

Berikan Daku Manfaat Hidup dari Mu

 

 

Hidup ini terasa berat……

Terasa sesak…..

Dan tak ada guna,.,.,.,.

 

Mereka takkan pernah tahu,.,.,.,

 

Aku hanya ingin mencari langkah

menghadapNya……….

Bila sempat kaki terarah….

Melihat sekeliling yang penuh derita….

Ingin aku dapat mengurainya…..

Tapi beban yang berada dipunggungku terasa telah penuh

Tak mampu aku menghiraukan mereka

 

 

Terkadang aku ingin menularkan kata-kata mutiara yang mungkin telah diberikanNya untukku

Tapi tak mau bahkan enggan mereka mau menerimaku

Terkadang aku ingin membantu menjinjing perih bebannya…..

Ternyata juga tak mau mereka menerima uluranku

 

Duhai dunia….

Aku bukan batu….aku bukan pula sampah….

Aku bukan tanah yang selalu lemah

Aku bukan patung bahkan momok …..

Yang senantiasa patut kau buang

Yang senantiasa patut kau abaikan

 

Dunia….

Aku ini insan….

Aku hidup….dan perlu sekali sapa dan kasih darimu….

 

 

Apakah tiada arti lagi hidupku ini?

Bahkan tidurku tiada yang suka…..

Bahkan kegiatankupun tak ada yang mau menerima….

Senyumkupun terasa amat jelek dimata  mereka

Apalagi sepenggal kata…..

Tiada manfaat lagi aku lontarkan…….

 

 

Sungguh……

Aku lelah dengan semua ini….

Mata mereka….langkah mereka…

Dianggaplah yang terbaik…….

Dan untukku adalah suatu kenistaan….

Aku ingin berteriak…

Namun aku tak sangup

Aku ingin meraung….

Aku ingin menangis……

Namun semua tiada daya…

 

Hidupku…..

Penatku…..

Kapankah berakhir……

Sempat pula terbayang…..

Terpikir….

Ingin aku mengakhiri diri….

 

 

Tapi …… ,,,,,, …… ,,,,,,

Belum sempat aku memeluk bunda

Karena aku mampu berupaya….

Membawa setetes keringat yang berarti

Terutama untuk bunda dan mereka….

 

 

Ya….Tuhanku……

Wahai peniup roh  jiwa ragaku…..

Duhai penciptaku……

 

Berikan kesempatan diriku…

Beri kemudahan untukku…..

Memperbaiki diri….

Mengukir kejernihan…..kemurnian….dunia….untuk mereka……. untuk sebuah cita dan cinta….yang indah bagi dunia….

 

Jangan kau tularkan padaku virus….

Noda……penyakit…..yang merusak…..menghalangi……menjalarkankerusakan… yang menghilangkan diriku yang sebenarnya….. yang menghancurkan adab baikku…..meracuni pikiran yang telah terangkai untuk sebuah kesucian indah untuk menuju  berharap Ridho-Mu

 

Berikan arti hidupku untukMu

Untuk kehidupan ini

Jangan kau timpakan bebanku ini…

Untuk orang lain……..

 

Berikan kebaikan ketulusan diriku

Untuk mengembalikan semua pemberianMu ini yang telah kau titipkan kepada perantaraMu untuk membantu kesulitanku……

 

Terakhir,

Berikan padaku jiwa raga manfaat untuk orang lain……

 

 

 

 

 

 

13 04 2013

Saudaramu…….

LNR

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.